Developer Cardano (ADA) Perkuat Keamanan Jaringan Setelah Serangan DDoS yang Gagal

Coinbiograph

Blockchain Cardano menghadapi serangan DDoS (distributed denial-of-service) yang signifikan, menargetkan blok ke-10.487.530 Pada tanggal 25 Juni 2024. Serangan ini mencoba mengeksploitasi kelemahan dalam sistem perhitungan biaya transaksi, dengan tujuan mencuri token yang dipertaruhkan dan memanipulasi biaya transaksi. Meski begitu, upaya ini gagal berkat ketangguhan jaringan Cardano.

Merespons serangan tersebut, pengembang Cardano segera mengambil tindakan dengan memperbarui node mereka. Peningkatan ini dirancang untuk memperkuat keamanan dan meningkatkan ketahanan jaringan terhadap serangan serupa di masa depan.

Langkah cepat ini menunjukkan komitmen pengembang Cardano dalam menjaga keamanan dan integritas blockchain mereka. Dengan peningkatan node, mereka memastikan bahwa jaringan tetap kuat dan terlindungi dari ancaman yang berusaha merusak ekosistem Cardano.

Penjelasan Pakar Tentang Serangan DDoS yang Gagal di Blockchain Cardano

Raul Antonio, Chief Technology Officer Fluid Tokens, mengungkapkan bahwa serangan DDoS pada Cardano memiliki dua tujuan utama: pertama, memanipulasi blockchain agar menerapkan biaya transaksi yang lebih rendah untuk transaksi bernilai tinggi; kedua, mencoba mencuri token ADA yang dipertaruhkan di jaringan. Penyerang berusaha memanfaatkan keunikan dalam cara Cardano memproses transaksi tertentu.

Philip Disarro, pendiri dan CEO Anastasia Labs, menjelaskan lebih rinci tentang mekanisme serangan tersebut. “Ide dasar dari serangan ini adalah memanfaatkan fakta bahwa ukuran skrip referensi saat ini tidak mempengaruhi biaya transaksi, tetapi berdampak pada beban kerja yang harus dilakukan validator untuk memproses transaksi,” jelas Disarro.

Penjelasan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana penyerang mencoba mengeksploitasi celah dalam sistem Cardano. Namun, dengan peningkatan keamanan yang dilakukan, Cardano menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi ancaman ini dan terus memperkuat jaringan untuk melindungi penggunanya.

Namun, komunitas pengembang Cardano dengan sigap mengenali dan merespons ancaman tersebut. Philip Disarro, bersama dengan pengembang lainnya, berhasil menggagalkan upaya penyerang, mencegah pencurian token ADA, dan menghentikan serangan DDoS secara efektif. Ironisnya, Disarro mencatat bahwa tindakan penyerang secara tidak sengaja berkontribusi pada pengembangan kontrak pintar sumber terbuka.

Tanggapan Cepat Komunitas Cardano

Respons cepat dari komunitas pengembang memastikan bahwa jaringan Cardano tetap beroperasi normal meski menghadapi serangan DDoS. Namun, Intersect, organisasi berbasis anggota untuk ekosistem Cardano, melaporkan bahwa selama serangan, jaringan mengalami beban lebih tinggi dari biasanya. Beberapa operator stake pool (SPO) terkena dampak negatif akibat peningkatan aktivitas pada ketinggian blok.

Menanggapi insiden ini, pengembang Cardano kini bekerja pada peningkatan node untuk memperkuat keamanan jaringan terhadap serangan serupa di masa depan. Intersect mengumumkan bahwa setelah solusi diuji dan diterapkan dengan benar, mereka akan membagikan versi node baru kepada SPO untuk ditingkatkan. Gugus tugas Intersect berkolaborasi untuk mengidentifikasi dan menguji solusi guna meminimalkan dampak serangan spam di masa mendatang.

Insiden ini menyoroti tantangan yang terus dihadapi jaringan blockchain dalam menjaga keamanan dan stabilitas. Hal ini juga menunjukkan pentingnya memiliki komunitas pengembang yang responsif dan terampil yang dapat dengan cepat mengatasi ancaman yang muncul.

Philip Disarro menekankan pentingnya pengujian menyeluruh dan audit independen sebelum menerapkan perubahan pada lingkungan produksi. “Jika Anda terburu-buru menerapkan sesuatu ke produksi tanpa pengujian menyeluruh dan audit independen berkualitas tinggi, Anda bisa kehilangan banyak uang karena kerentanan, seperti yang dialami penyerang,” dia memperingatkan.

Bagi pengguna dan investor Cardano, kejadian ini menunjukkan ketahanan jaringan dan kemampuan komunitas pengembangnya dalam menghadapi tantangan.

Disclaimer:

"Informasi di Coinbiograph hanya sebagai referensi, bukan saran investasi. Artikel ini tidak mendukung pembelian atau penjualan kripto tertentu.

Perdagangan keuangan, termasuk cryptocurrency, selalu berisiko. Risetlah sebelum berinvestasi. Keputusan ada pada Anda.

Gunakan platform resmi yang legal, terutama di Indonesia. Pilih platform kripto yang terdaftar oleh BAPPEBTI dan OJK klik disini."

Follow

Bagikan:

Also Read