Apakah dompet masa depan Anda akan berisi stablecoin dari Amazon dan Walmart? Itu bukan sekadar spekulasi belaka. Menurut laporan terbaru dari Wall Street Journal, kedua raksasa ritel ini tengah menjajaki kemungkinan menerbitkan stablecoin mereka sendiri yang didukung dolar AS. Dan ya, momen ini datang bersamaan dengan detik-detik krusial pemungutan suara di Kongres AS atas Genius Act sebuah aturan besar yang bisa mengubah wajah keuangan digital secara permanen.
Kalau ini benar terjadi, kita mungkin akan melihat transisi terbesar dalam cara kita berbelanja dan membayar sejak munculnya kartu debit.
Stablecoin: Dari Eksperimen ke Mainstream
Bagi sebagian orang, stablecoin masih terdengar seperti jargon kripto yang hanya eksis di dunia para nerd dan trader. Tapi faktanya, stablecoin kini jadi kunci utama dalam misi efisiensi pembayaran global. Transaksi lebih cepat, biaya lebih murah, dan lebih transparan. Itulah sebabnya perusahaan besar mulai berpaling ke teknologi ini, bukan hanya karena tren, tapi karena efisiensi real.
Amazon sudah mencoba-coba lewat uji coba escrow berbasis blockchain, sedangkan Walmart sempat menggoda dunia dengan proyek token kepemilikan pada 2019 meski sempat tertunda karena, yah, belum waktunya. Sekarang? Waktunya mungkin tiba. Dengan dukungan regulasi yang sedang disiapkan, mereka tak akan bergerak dalam kabut lagi.
Bukan Cuma Amazon dan Walmart Ini Perlombaan Global
Yang bikin narasi ini semakin seru, Amazon dan Walmart bukan satu-satunya. X (sebelumnya Twitter), Airbnb, Apple, bahkan Google juga sedang sibuk menjelajahi stablecoin sebagai solusi pembayaran lintas negara.
Airbnb dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Worldpay demi memotong jalur biaya pemrosesan dari Visa dan Mastercard. X sedang membangun X Money sebagai tulang punggung pembayaran P2P mereka. Dan Google? Mereka bahkan sudah menyelesaikan dua transaksi stablecoin. Itu bukan sekadar eksperimen. Itu sinyal kuat bahwa sistem keuangan tradisional sedang disiapkan untuk diguncang.
Kita belum bicara Shopify mereka telah mengonfirmasi bahwa USDC akan segera bisa digunakan langsung oleh merchant pada akhir tahun ini. USDC sendiri, yang diterbitkan oleh Circle, baru-baru ini meluncur ke pasar publik lewat IPO sukses besar di NYSE. Momen ini bukan insiden. Ini pola.
GENIUS Act: Apa yang Akan Berubah?
Undang-undang GENIUS (yang konon akronimnya agak terlalu dipaksakan—tapi itu cerita lain) akan menjadi game-changer. Jika disahkan, undang-undang ini akan:
- Mewajibkan stablecoin didukung penuh oleh USD atau aset setara.
- Mengatur audit tahunan untuk penerbit stablecoin dengan kapitalisasi di atas $50 miliar.
- Menerapkan kepatuhan ketat bagi penerbit asing yang ingin beroperasi di AS.
Pemungutan suara terakhir Senat dijadwalkan 17 Juni. Setelah itu, undang-undang ini akan dibawa ke DPR, tempat RUU stablecoin lainnya juga sedang menunggu. Jika semuanya berjalan mulus, tahun 2025 bisa menjadi tahun di mana stablecoin menjadi mata uang sehari-hari dan bukan hanya untuk pengguna kripto, tapi untuk semua orang.